ACEH TAMIANG — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di Aceh. Dalam sepekan terakhir, masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM bersubsidi, terutama Pertalite dan Biosolar. Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Situasi ini menjadi sorotan DPRK Aceh Tamiang yang turun langsung melakukan inspeksi ke sejumlah SPBU. Hasil peninjauan lapangan menunjukkan pasokan BBM yang masuk ke wilayah tersebut tidak mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
DPRK Minta Penjelasan Pertamina
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, pimpinan dan anggota Komisi III DPRK Aceh Tamiang mendatangi Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut di Medan. Kunjungan tersebut bertujuan meminta penjelasan mengenai penyebab kelangkaan BBM yang telah berlangsung selama beberapa hari.
Ketua DPRK Aceh Tamiang menyatakan masyarakat membutuhkan kepastian mengenai kapan distribusi BBM akan kembali normal. Menurutnya, ketersediaan BBM sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi warga, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga transportasi.
Pasokan Disebut Menurun
Berdasarkan hasil inspeksi yang disampaikan Komisi III DPRK Aceh Tamiang, kelangkaan diduga dipicu oleh berkurangnya pasokan BBM dari Depot BBM Belawan menuju wilayah Aceh Tamiang. Akibatnya, volume distribusi yang diterima sejumlah SPBU mengalami penurunan sehingga stok lebih cepat habis dibanding hari-hari normal.
Meski demikian, Pertamina menyatakan kelangkaan tersebut dipengaruhi oleh akumulasi beberapa faktor distribusi dan operasional. Perusahaan memastikan berbagai langkah sedang dilakukan untuk menormalkan penyaluran BBM ke wilayah terdampak.
Antrean Mengganggu Aktivitas Warga
Di sejumlah SPBU, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular sejak pagi. Sebagian warga mengaku harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain karena stok Pertalite maupun Biosolar telah habis.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga sopir angkutan barang, pelaku usaha, petani, hingga nelayan yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Masyarakat Berharap Distribusi Segera Normal
Kelangkaan BBM bukan kali pertama terjadi di Aceh Tamiang. Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dan Pertamina segera menemukan solusi agar distribusi kembali stabil dan antrean panjang di SPBU tidak terus berulang.
Hingga artikel ini diterbitkan, distribusi BBM masih terus berlangsung, sementara pemerintah daerah bersama DPRK dan Pertamina melakukan koordinasi untuk mempercepat normalisasi pasokan.